Country Living

KENAPA COUNTRY LIVING?

KENAPA TIDAK TETAP TINGGAL DI KOTA?

Life in the cities is false and artificial. The intense passion for money getting, the whirl of excitement and pleasure seeking, the thirst for display, the luxury and extravagance, all are forces that, with the great masses of mankind, are turning the mind from life’s true purpose. They are opening the door to a thousand evils. Upon the youth they have almost irresistible power.  {CL 6.1}

Kehidupan di kota adalah palsu dan artifisial. Gairah yang kuat untuk mendapatkan uang, pusaran kegembiraan dan pencarian kesenangan, kehausan akan tampilan, kemewahan dan pemborosan, semuanya adalah kekuatan yang, dengan sebagian besar umat manusia, mengalihkan pikiran dari tujuan hidup yang sebenarnya. Mereka membuka pintu keapada seribu kejahatan. Pada masa muda mereka memiliki kekuatan yang hampir tak tertahankan. {CL 6.1}

 

APA YANG DICARI & DIDAPAT di KEHIDUPAN KOTA?

Parents flock with their families to the cities, because they fancy it easier to obtain a livelihood there than in the country. The children, having nothing to do when not in school, obtain a street education. From evil associates, they acquire habits of vice and dissipation. The parents see all this, but it will require a sacrifice to correct their error, and they stay where they are, until Satan gains full control of their children. {CL 5.2}

Orang tua berbondong-bondong dengan keluarga mereka ke kota, karena mereka menganggap lebih mudah untuk mendapatkan mata pencaharian di sana daripada di pedesaan. Anak-anak, yang tidak ada sesuatu untuk dilakukan ketika tidak di sekolah, justru memperoleh pendidikan jalanan. Dari rekan yang jahat, mereka memperoleh kebiasaan buruk dan pemborosan. Orang tua melihat semua ini, tetapi itu akan membutuhkan pengorbanan untuk memperbaiki kesalahan mereka, dan mereka tetap di tempat mereka, sampai Setan mendapatkan kendali penuh atas anak-anak mereka. {CL 5.2}

One of the most subtle and dangerous temptations that assails the children and youth in the cities is the love of pleasure. Holidays are numerous; games and horse racing draw thousands, and the whirl of excitement and pleasure attracts them away from the sober duties of life. Money that should have been saved for better uses is frittered away for amusements. {CL 6.2}

Salah satu godaan paling halus dan berbahaya yang menyerang anak-anak dan remaja di kota adalah cinta akan kesenangan. Liburan banyak; permainan dan pacuan kuda menarik ribuan orang, dan pusaran kegembiraan dan kesenangan menarik mereka menjauh dari tugas hidup yang sederhana. Uang yang seharusnya disimpan untuk penggunaan yang lebih baik dibuang untuk hiburan. {CL 6.2}

It was not God’s purpose that people should be crowded into cities, huddled together in terraces and tenements. In the beginning He placed our first parents amidst the beautiful sights and sounds He desires us to rejoice in today. The more nearly we come into harmony with God’s original plan, the more favorable will be our position to secure health of body, and mind, and soul.—The Ministry of Healing, 363-365 (1905). {CL 6.5}

Bukanlah maksud Tuhan bahwa orang-orang harus berdesakan di kota-kota, berkerumun bersama di teras dan rumah petak. Pada awalnya Dia menempatkan orang tua pertama kita di tengah-tengah pemandangan dan suara yang indah dan Dia ingin kita bersukacita hari ini. Semakin kita hampir selaras dengan rencana awal Allah, semakin menguntungkan posisi kita untuk mengamankan kesehatan tubuh, pikiran, dan jiwa.—The Ministry of Healing, 363-365 (1905). {CL 6.5}

 

UNTUK HIDUP BERDESAKAN di KOTA- KOTA = BUKAN KEHENDAK TUHAN

 

APA YANG TUHAN INGINKAN?

Matthew 7:21

(ITB)  Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

(KJV)  Not every one that saith unto me, Lord, Lord, shall enter into the kingdom of heaven; but he that doeth the will of my Father which is in heaven.

 

1 Thessalonians 4:3

(ITB)  Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan,

(KJV)  For this is the will of God, even your sanctification, that ye should abstain from fornication:

 

 

BAGAIMANA KITA DI SANCTIFY & HUBUNGANnya DENGAN COUNTRY LIVING?

Satan declared that it was impossible for the sons and daughters of Adam to keep the law of God, and thus charged upon God a lack of wisdom and love. If they could not keep the law, then there was fault with the Lawgiver. Men who are under the control of Satan repeat these accusations against God, in asserting that men can not keep the law of God. {ST January 16, 1896, par. 2}

 Setan menyatakan bahwa tidak mungkin bagi putra dan putri Adam untuk mematuhi hukum Tuhan, dan dengan demikian menuduh Tuhan kekurangan hikmat dan kasih. Jika mereka tidak bisa menjaga hukum, maka ada kesalahan pada Pemberi Hukum. Orang-orang yang berada di bawah kendali Setan mengulangi tuduhan-tuduhan ini terhadap Tuhan, dengan menegaskan bahwa manusia tidak dapat memelihara hukum Tuhan. {ST 16 Januari 1896, par. 2}

 

 

TUDUHAN SETAN kepada MANUSIA (keturunan Adam & HAWA) untuk MENURUT/MEMATUHI HUKUM TUHAN

Matthew 1:21

(ITB)  Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”

(KJV)  And she shall bring forth a son, and thou shalt call his name JESUS: for he shall save his people from their sins.

  • TUJUAN TUHAN YESUS DATANG = untuk MENYELAMATKAN UMATnya DARI DOSA
  • DARI = artinya SUDAH TIDAK BERADA DI TEMPAT YANG LAMA LAGI (DOSA)

Artinya TUHAN YESUS akan MENYELAMATKAN dengan  MEMISAHKAN UMAT NYA dari DOSA.

 

1 John 3:4

(ITB) Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.

(KJV) Whosoever committeth sin transgresseth also the law: for sin is the transgression of the law.

  • artinya TUHAN YESUS akan MENYELAMATKAN MANUSIA dari PELANGGARAN AKAN HUKUM TUHAN
  • Artinya MANUSIA BISA TIDAK MELANGGAR HUKUM TUHAN lagi = BISA MENURUT

 

Romans 3:23

(ITB)  Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

(KJV)  For all have sinned, and come short of the glory of God;

 

 

Acts 17:30

(ITB)  Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat.

(KJV)  And the times of this ignorance God winked at; but now commandeth all men every where to repent:

 

1 John 1:9

(ITB)  Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

(KJV)  If we confess our sins, he is faithful and just to forgive us our sins, and to cleanse us from all unrighteousness.

 

John 8:11

(ITB) Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

(KJV) She said, No man, Lord. And Jesus said unto her, Neither do I condemn thee: go, and sin no more.

  • Orang yang BERDOSA –> TUHAN PERINTAHKAN untuk BERTOBAT – MENGAKU DOSA = TUHAN AMPUNI  =DI CLEANSE
  • Setelah TUHAN YESUS AMPUNI DOSA – TUHAN YESUS bilang GO AND SIN NO MORE.

 

Ephesians 5:26

(ITB)  untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,

(KJV)  That he might sanctify and cleanse it with the washing of water by the word,

 

John 17:17

(ITB)  Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

(KJV)  Sanctify them through thy truth: thy word is truth.

  • Setelah DOSA DI AMPUNI = PERLU DI CLEANSE (artinya walaupun dosa sudah diampuni masih ada yang kotor – masih perlu di bersihkan)
  • DI CLEANSE/DI SANCTIFY dengan WORD (FIRMAN TUHAN)
  • KEHENDAK TUHAN = SANCITIFICATION – untuk KITA DI SANCTIFY dengan WORD

 

 Deuteronomy 32:1

(ITB)  “Pasanglah telingamu, hai langit, aku mau berbicara, dan baiklah bumi mendengarkan ucapan mulutku.

(KJV)  Give ear, O ye heavens, and I will speak; and hear, O earth, the words of my mouth.

 

Deuteronomy 32:2

(ITB)  Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.

(KJV)  My doctrine shall drop as the rain, my speech shall distil as the dew, as the small rain upon the tender herb, and as the showers upon the grass:

  • FIRMAN TUHAN = dilambangkan oleh HUJAN
  • artinya KEHENDAK TUHAN = untuk KITA DI SANCTIFY dengan HUJAN (FIRMAN TUHAN)

 

1 Peter 1:22

(ITB)  Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

(KJV)  Seeing ye have purified your souls in obeying the truth through the Spirit unto unfeigned love of the brethren, see that ye love one another with a pure heart fervently:

  •  Kita di SUCIKAN (di PURIFY/di SANCTIFY/di CLEANSE) dengan kita MENURUT FIRMAN TUHAN (yang dilambangkan Hujan)

 

DIMANA TUHAN BERIKAN BANYAK HUJAN/BANYAK FIRMAN ?

 

Ezekiel 34:26

(ITB)  Aku akan menjadikan mereka dan semua yang di sekitar gunung-Ku menjadi berkat; Aku akan menurunkan hujan pada waktunya; itu adalah hujan yang membawa berkat.

(KJV)  And I will make them and the places round about my hill a blessing; and I will cause the shower to come down in his season; there shall be showers of blessing.

  • TEMPAT YANG BANYAK HUJAN (FIRMAN TUHAN) = DI GUNUNG (bukan di KOTA)

 

Matthew 24:15

(ITB)  “Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel–para pembaca hendaklah memperhatikannya–

(KJV)  When ye therefore shall see the abomination of desolation, spoken of by Daniel the prophet, stand in the holy place, (whoso readeth, let him understand:)

 

Matthew 24:16

(ITB)  maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.

(KJV)  Then let them which be in Judaea flee into the mountains:

  • TUHAN PERINTAHKAN untuk KELUAR dari KOTA – ke GUNUNG (TEMPAT banyak HUJAN {FIRMAN TUHAN} yang AKAN CLEANSE/SANCTIFY/PURIFY kita)

Ephesians 5:27

(ITB)  supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

(KJV)  That he might present it to himself a glorious church, not having spot, or wrinkle, or any such thing; but that it should be holy and without blemish.

BAGAIMANA UNTUK KRISTUS BISA DATANG ?

Christ is waiting with longing desire for the manifestation of Himself in His church. When the character of Christ shall be perfectly reproduced in His people, then He will come to claim them as His own. {COL 69.1}

Kristus sedang menunggu dengan kerinduan yang penuh kerinduan akan manifestasi diri-Nya di dalam gereja-Nya. Ketika karakter Kristus akan secara sempurna direproduksi dalam umat-Nya, maka Dia akan datang untuk mengklaim mereka sebagai milik-Nya. {KOL 69.1}

 

DIMANA TEMPAT MEMBANGUN KARAKTER YANG TERBAIK

Send the children to schools located in the city, where every phase of temptation is waiting to attract and demoralize them, and the work of character building is tenfold harder for both parents and children.–Fundamentals of Christian Education, p. 326. (1894).  {CL 13.2}

Kirimkan anak-anak ke sekolah yang terletak di kota, di mana setiap fase pencobaan sedang menunggu untuk menarik dan menurunkan moral mereka, dan pekerjaan pembangunan karakter sepuluh kali lipat lebih sulit bagi orang tua dan anak-anak.–Fundamentals of Christian Education, hlm. 326. (1894). {CL 13.2}

 

TUHAN SEDANG MENUNGGU KARAKTER KRISTUS dihasilkan dengan SEMPURNA pada UMATNYA – dan PEMBENTUKAN KARAKTER ITU akan 10X LEBIH SULIT JIKA KITA MASIH DI KOTA. 

Who will be warned? We say again, Out of the cities. Do not consider it a great deprivation, that you must go into the hills and mountains, but seek for that retirement where you can be alone with God, to learn His will and way. . . .  {CL 14.4}

Siapa yang akan diperingatkan? Kami katakan lagi, Keluar dari kota. Jangan menganggapnya sebagai kekurangan besar, bahwa Anda harus pergi ke bukit dan gunung, tetapi mencari peristirahatan di mana Anda bisa sendirian dengan Tuhan, untuk mempelajari kehendak dan jalan-Nya. . . . {CL 14.4}

[RM-290821]

Chat With Us