PERJAMUAN KUDUS ADALAH “THE FEAST”
Di buku kerinduan segala zaman dikatakan Kristus berdiri di titik transisi antara kedua ekonomi dan kedua festival-festivalnya. Artinya Kristus berdiri di antara ekonomi dengan festival sebelum kayu salib dan ekonomi festival setelah kayu salib. Pertanyaannya apa ekonominya?
Ekonominya adalah Kristus punya kematian di kayu salib.
Festivalnya sebelum dan setelah kayu salib adalah The Feast yang dipelihara pada waktu-waktu yang sudah ditetapkan. Bedanya sekarang dibandingkan dengan dulu kita memelihara The Feast pada waktu-waktunya tanpa mempersembahkan korban-korban persembahan yang adalah bayang-bayangnya Kristus [01:00]
sebagai korban sesungguhnya.
Waktu Kristus mati di kayu salib, sistem bayang-bayang yang untuk selama 4000 tahun menunjuk kepada kematianNya berakhir untuk selama-lamanya.
Sebelum kayu salib, ekonominya adalah Kristus di kayu salib melalui sistem bayang-bayang waktu mereka memelihara feast pada waktu-waktu yang sudah ditetapkan.
Dan setelah kayu salib ekonominya adalah Krisus di kayu salib waktu kita memelihara the feast pada waktu-waktu yang sudah ditetapkan tanpa sistem bayang-bayang yang fungsinya berakhir di kayu salib.
The service yang menggantikan The Passover yang ditetapkan Kristus dirayakan oleh murid-muridNya sekarang di semua negeri dan sepanjang waktu.
Berbeda dengan mereka dulu di mana mereka memeliharanya sebagai institusi nasional yang mereka rayakan di Jerusalem. [02:00]
Dulu hanya dirayakan di Jerusalem oleh bangsa Israel. Sekarang dirayakan oleh pengikut-pengikutnya di mana saja dan sepanjang masa.
Setelah kayu salib, Rasul Paulus merayakan The Feast of Pentecost di Efesus, Passover dan feast of tabernacle di Filipi.
Umat Tuhan juga merayakan di Korintus;1 Korintus 5 ayat 8 dan di Kolose; Kolose 2 ayat 16 yang mana sebelum kayu salib dirayakannya di Jerusalem.
Pertanyaannya, apakah kita masih akan assemble at the point time setelah Kristus datang kedua kalinya di awan-awan nanti?
Di buku Yesaya 66 dikatakan, “Di bumi dan langit baru nanti kita akan assemble di sekitar takta Bapa dan Domba dari hari Sabat ke hari Sabat dan dari hari bulan baru ke hari bulan baru.”

[03:00]
Kita tahu the feast artinya assemble pada waktu-waktu yang sudah ditetapkan. Dan apa yang kita akan lakukan di sana nanti kita sudah lakukan di sini sekarang. Karena kita akan menjadi fit untuk melakukannya di sana nanti. Oleh karena sekarang kita melakukannya di sini. Yang paling penting sekarang ialah untuk kita melakukannya di sini setiap minggu pada hari Sabat hari ketujuh, setiap bulan pada awal bulan, dan setiap assemble tahunan dari Passover sampai The Feast of Tabernacle.
The feast yang dirayakan Rasul Paulus di 1 Korintus 5 ayat 8 dikomentari Sister White di tulisan Council for the Churches. Sister White menggunakan kata the Lord Supper atau perjamuan kudus waktu dia membuat komentar tulisan-tulisan Rasul Paulus di 1 Korintus 5. [04:00]
Perjamuan Kudus adalah The Feast of Lord yang dipelihara setelah kematian Kristus di kayu salib.
Perjamuan kudus dirayakan untuk mengingat bagaimana Kristus telah memberi kebebasan dari dosa waktu dia mati di kayu salib. Dan perjamuan kudus atau the Lord Supper ini perlu untuk dirayakan sampai Kristus nanti datang kedua kalinya di awan-awan. Waktu Kristus menginstitusikan the service bagi pengganti The Passover yang dipelihara sebelum Kayu salib. The service ini, Sister White katakan, adalah the feast yang perlu dirayakan untuk mengingat kembali kematian Kristus di kayu salib.
The feast yang adalah the service yang menggantikan the passover adalah the Lord Supper atau yang kita kenal sebagai perjamuan kudus. Kita tahu kita tidak mempersembahkan korban binatang waktu kita memelihara The Lord’s supper atau perjamuan Kudus.
Pertanyaannya, berapa sering kita memeliharanya? Apakah kita memeliharnya setiap [05:00]
kuartal yaitu satu kali dalam 3 bulan?
Di Bible Echo dikatakan Rasul Paulus menghadapi kesulitan besar dalam pekerjaannya yaitu pengaruh guru-guru orang Yahudi.
Mereka menghakimi Rasul Paulus karena dia tidak mengajarkan orang-orang Kristen untuk melakukan the ceremonial law yang adalah bayang-bayang kayu salib yang sudah dipakukan ke kayu salib.
Rasul Paulus dihakimi orang-orang Yahudi karena waktu orang-orang Kristen memelihara The Feast yang adalah The Lord Supper atau perjaman kudus waktu mereka makan roti dan minum anggur bersama, mereka tidak melakukan apa yang mereka lakukan sebelum Kai Salib karena hal itu sudah dipakuhkan ke KayuSalib yaitu the ceremony law.
Mereka memelihara The Lord Supper pada waktu-waktu tahunan dari assembly hari ke-14 bulan pertama sampai assembly hari ke-15. sampai ke-22 bulan ketujuh. Mereka juga assembly itu setiap hari bulan baru atau [06:00]
new moon dan mingguan juga yaitu hari Sabat hari ketujuh. Waktu yang Tuhan telah tetapkan untuk memelihara The Lord Supper adalah mingguan, bulanan, dan tahunan. yaitu Passover, Unleavened Bread, Pentecost, Blowing of Trumpet, Day of Atonement, dan Feast of Tabernacles.
The service yang Kristus institusikan untuk menggantikan Passover yang mereka rayakan sebelum kayu salib adalah The Lord Supperyang adalah The Feast yang dipelihara setiap hari Sabat hari ketujuh, setiap bulan pada awal bulan dan setiap pertemuan tahunan.
Untuk memakukan the feast ke kayu salib adalah untuk memakukan perjamuan kudus yang dipelihara mereka yang memakukan the feast ke kayu salib.
Sementara The Lord’s Supper itu adalah the feast yang adalah the service yang Kristus institusikan untuk dipelihara di seluruh bangsa dan untuk setiap masa.
[07:00]
Jadi apa kesimpulannya?
Kesimpulannya ialah Let us keep the Lord supper pada waktu-waktu yang Tuhan sendiri telah tetapkan. Let us keep the feast.
Jangan rubah firman kitab suci dengan mengatakan let us not keep the feast. Sebagaimana yang dikatakan setan kepada Hawa, Ye shall not surely die.
Tuhan katakan kepada manusia di Taman Eden, kalau kamu makan, kamu sesungguhnya akan mati. Lalu setan katakan, “Kamu sesungguhnya tidak akan mati kalau kamu makan buah itu.”
Rasul Paulus diinspirasikan Roh Kudus untuk mengatakan, “Let us keep the feast” Janganlah mengatakan, “Let us keep not the feast.” Perjamuan kudus adalah the feast yang dipelihara mingguan, bulanan, dan tahunan sesuai dengan apa yang diajarkan di dalam kitab suci dan dikonfirmasi di dalam the spirit of prophecy. To God be the glory.























